Kuliah 6 : Kontur Lahan

Kontur / garis kontur

adalah : Garis yang menghubungkan titik- titik dengan ketinggian yang sama diatas atau dibawah bidang (muka laut) titik acuan (bench mark) yang ditetapkan.

Karakter Kontur: 

  • Semua titik pada satu garis kontur yang terletak pada ketinggian yang sama. 
  • Tiap garis kontur menerus dan tertutup. 
  • Diperlukan 2 garis kontur atau lebih untuk memperlihatkan bentuk 3 dimensi dan arah lereng.
  • Lereng yang paling curam tegak lurus dengan garis kontur
  • Air mengalir tegak lurus garis kontur
  • Pada skala dan interval kontur yang sama, meningkatnya jarak antar kontur.

Perataan (grading) dan drainase merupakan suatu bagian fungsional dan estetik yang penting dari pengintegrasian tapak, ruang, dan struktur. Hampir setiap tapak akan memerlukan beberapa pekerjaan atau drainase.

Analisis Kemiringan Lahan

  • Mendapatkan area yang tepat untuk perletakan bangunan, jalan, tempat parkir dan kegiatan lainnya pada sebidang lahan. 
  • Pengambilan Keputusan dalam Perancangan.
  • Hasil analisa kemiringan.
  • Keadaan tanah
  • Vegetasi
  • Hidrologi
  • Pertimbangan biaya
Info yang diperlukan :
  • Skala peta 
  • Interval kontur
  • Kategori kemiringan dalam %

Contoh :
Skala Peta 1 : 500          1 cm = 5 m

Interval Kontur  1 meter
Kategori Kemiringan  ( buku standart atau peraturan )
•    0 % – 15 %   adalah jarak pada kontur,  pada gambar > 4 cm.
•    5 % - 15         adalah jarak pada kontur, pada gambar  4 – 1,8 cm.
•    > 15 %          adalah jarak pada kontur  dan pada gambar < 1,8 cm.

 

GRADING PLAN
Sasaran:

  • Mengarahkan air permukaan menjauhi bangunan untuk mendapat drainase yang baik 
  • Membangun permukaan yang relatif datar pada permukaan yang miring
  • Menetapkan jalur sirkulasi yang memenuhi criteria:
    • Peraturan membangun bangunan
    • Standar jalan raya
    • Aksesibilitas bagi semua (diffable)
    • Iklim dan cuaca
  • Menetapkan arah dan permukaan jalan
    • Horizontal dan vertical alignment.
    • Puncak dan pinggir jalan
    • Parit dan selokan ( swale & gutter)
Catatan : Visualisasi keadaan permukaan lahan dan garis kontur;  Bila pengamat berada pada titik tertinggi , maka permukaan yang lebih tinggi lebih dekat ke titik pengamatan dari permukaan yang lebih rendah.

BATASAN GRADING

  • Lingkungan 
  • Topografi
    Untuk menghindari biaya konstruksi yang mahal dan mendayagunakan bentuk permukaan tanah, maka suatu rencana harus ditelaah dalam kaitannya dengan peta topografi atau sketsa yang berukuran tepat, dan apabila memungkinkan, digambar langsung diatasnya.

    Tapak datar

    Walaupun tapak proyek demikian datar sehingga topografi tidak menentukan perencanaan tapak, namun pengelompokan bangunan harus ditelaah agar tercipta suatu system drainase yang memuaskan. Permukaan atau daerah rekreasi memerlukan kemiringan tertentu untuk mengalirkan air ke pipa masuk permukaan. Penempatan titik-titik ini maupun penentuan daerah kupasan dan urugan secara ekonomis adalah penting.

    Tapak curam atau tak teratur

    Apabila terdapat perbedaan ketinggian yang cukup nyata, maka upaya penyesuaian rencana tapak terhadap topografinya akan menghasilkan biaya pembangunan awal dan pemeliharaan yang ekonomis, terutama untuk saluran air selokan dan drainase. Tapak curam atau tak teratur dapat menyebabkan biaya pembangunan yang tinggi.

    Trotoar dan jalan

    Apabila memungkinkan, pada tapak yang kemiringan lerengnya lebih dari 5 persen, kebiasaan yang lazim adalah meletakkan trotoar dekat dengan bangunan untuk mengurangi biaya kupasan dan urugan selanjutnya. Demikian pula, pembuatan jalan dibuat serupa. Pembuatan jalan harus dibuat sejajar dengan kontur agar menghindari biaya pelandaian yang tinggi. Karena undak biasanya kurang nyaman, maka trotoar sebaiknya sejajar dengan kontur.  
  • Drainase
    Drainase adalah suatu pertimbangan yang tak terpisahkan pada semua fungsional lain untuk meratakan sebuah tapak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan drainase in adalah:
    • Mengarahkan aliran air hujan dan air permukaan
    • Keterpaduan antara pola drainase alam dan yang dibangun.
    • Meminimumkan permukaan yang tidak dapat menyerap air.
  • Vegetasi
    • Dampak terhadap kesehatan tanaman
    • Melindungi pohon pada jarak garis tetesan air
    • Mempertahankan pola drainase tanaman
  • Tanah
    • Merupakan bahan utama dalam pembentukan muka lahan
      Memahami karakteristik tanah: daya dukung, angle of response, permeability, ph, kandungan organic dan hara.
FUNGSI 
  • Batasan 
  • Hukum , peraturan dan standar
  • Rasio air permukaan setelah membangun tidak lebih besar dari sebelumnya
  • Rancangan bangunan
  • Kegiatan dan penggunaan
    Perletakan bangunan pada lahan, pola jalur pejalan kaki dan kendaraan serta lingkungan alam sekitar dan budaya harus membentuk satu kesatuan yang berpadu;
  • Bangunan :  struktur, pondasi, metoda membangun dan prinsip arsitektur
  • Penggunaan khusus : lapangan olah raga
  • Batasan dan  biaya pemeliharaan
  • Biaya pembangunan: gali urug, system drainase, struktur, pendukung.
  • Kebersihan dan keamanan.

SARANA
Untuk memadukan perbedaan muka lahan perlu adanya sarana antara lain:

  • Tangga : kemiringan /perbandingan, lebar, bahan, drainase. 
  • Ramp: kemiringan konstan, standar
  • Dinding penahan
  • Lereng : kemiringan antara 4:1 dan 2:1
  • Teras
Jika kemiringan lahan lebih, maka harus ada penutup lereng.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Materi Kuliah Arsitektur - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz